HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH

Published at:

“Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah”

Pada waktu bekerja seorang anakbertanya kepada saya,kapan ya perayaan Natal di RS PGI Cikini seperti dulu ya bu suster?Meriah dan banyak hadiah-hadiah yang diberikan?Sambil  merenung sejenak saya bertanya dalam hati,apakah saya harus jawab pertanyaan anak ini? mengapa juga saya harus jawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini?.. dan saya hanya terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa? Okelah biarlah waktu yang menjawabnya, biarkan lah pertanyaan-pertanyaan itu berlalu pikirku.....,dan waktupun berlalu, saya menstarter motorkupulang kerumah,sesampai dirumah sayaistrahat sejenak, dan membuka laktopku di meja makan dan menonton kiriman lagu dari teman saya yang berjudul“Amazing Grace” konser klasik yang di pimpin Andre Rieu, seketika saya terbuai oleh suasana symponyyang dibawakan orkestra klasik tersebut, dan iramanya sungguh membuat air mata menetes, pemimpin orkestra sangat piawai membawakan irama klasik tersebut,Semua pemain musik sangat harmonis, dari pemain biola dan pemainfluit, violin, saksofon,gitar, piano, trompetdan yang musik lain. Orkestra tersebut sangat memukau, dan akhirnya orkestra tersebut mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton, saya kira sang dirigen orkestra tidak akan bisa membawakan orkestra tersebut tanpa dukungan dari seluruh kelompok pemain musiknya, jika pemain group biola mengatakan kami yang paling bisa dan pemain group seksafon menampilkan kehebatannya sendiri, kedengarannyamusik orkestra pun mungkin akan lain dan tentu saja tidak akan indah didengar, seketika saya teringat akan Natal, darimenontonorkestratersebut, pertanyaan-pertanyaan anak tadipun mulai terjawab dalam benakku.  Teringat akan ayat Alkitab 1 Kor. 12:12 “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”. dari nats Alkitab ini, sayamulai mengerti bahwa sebagai orang Kristen, sama seperti tubuh kita yang jika salah satu bagian saja tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ia disebut sakit/tidak sempurna, demikianlah juga jika ada anggota yang tidak berfungsi dengan semestinya dalam tubuh Kristus. Secara keseluruhan, tubuh itu menjadi sakit, dan tidak baik tentunya.

Sebagai anggota tubuh, masing-masing dari kita saling bergantung satu sama lain. Setiap anggota tubuh, sebesar atau sekecil apapun, tidak dapat hanya berfungsi untuk dirinya sendiri. Setiap anggota tubuh pasti dan harus memiliki fungsi bagi anggota tubuh lainnya. Dalam hatiku inilah keterlibatan kami dalam pelayanan di RS PGI Cikini. Dengan berfungsi memberikan pelayanan terbaik kepada Pasien dan kepada seluruh Pegawai. Karena itulah, sebagai anggota tubuh, tidaklah cukup jika hanya mementingkan kualitas pribadi kita sendiri saja. Teringat sejenak pada waktu lampau RS PGI Cikini adalah salah satu rumah sakit swasta terbesar di negeri ini, dalam benak saya bertanya masa RS PGI Cikini yang besar ini ga bisa mengadakan perayaan Natal seperti Jaman dulu? Dan saya teringat pemain musik orkestra tadi mereka menampilkan kerjasama yang harmonis dan tidak saling mendahului, pemain piano tidak menampakkan egonya bahwa dia yang paling berbakat, pemain pluit ga main sendiri, pemain gitar ga nonjol sendiri, tapi mereka menuruti irama yang dibawakan olah dirigen (pemimpin mereka). jika bagian kecil dari orkestra tidak berfungsi, orkestra pun tidak akan enak di dengar atau kurang sempurna, seperti tubuh kita mempunyai banyak anggota. Setiap anggota ada tugasnya sendiri-sendiri dan masing-masing berhubungan satu dengan yang lain sebagai anggota-anggota dari satu tubuh.Nah dengan terciptanya kerjasama diantara pemain musik orkestra klasik tersebut maka tercipta harmonisasi yang sangat indah, orkestra tersebut mendapatkan pujian dari penonton dan penghargaan juga hadiah terbaik diperoleh.
Dengan tema natal “hidup bersama sebagai keluarga Allah” saya melihat pentingnya kebersamaan dalam menjalankan pelayanan kita di Rumah Sakit Cikini, dan kadang kala perlu mengorbankan ego kitadan rasa kasih pun akan muncul yangtercermin didalamnya. disinilah pentingnya kebersamaan dan kasih yang dicerminkan dari kerendahan hati dan kasih terhadap semua pasien, sesama pegawai,  sehingga akan terbangun dan tercipta rasa kekeluargaan.  Dengan harmonisasi dan kebersamaan maka PGI Cikini akan sangat mungkin membuat natal yang memberikan berkat dan kasih pelayanan yang terbaik bagi Pasien dan seluruh Pegawainya.  Dengan tema “hidup bersama sebagai keluarga Allah”. Sebenarnya kita sudah dapat memahami kebersamaan dan harmonisasi. Kadang memang ada kepentingan tertentu dalam pelayanan yang tampak lebih penting, namun firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa anggota-anggota yang saling berbeda seharusnya memperhatikan satu sama lain, dan tidak menganggap yang lain lebih rendah atau tidak berguna. Gesekan/konflik, kekecewaan karena melihat yang lain lebih hebat, pintar dan lebih berhargaatau mungkin pikiran bahwa lebih baik tidak melayani daripada melayani justru terlalu banyak pengorbanan.

Untuk membangun kebersamaan tentunnya dengan sikap saling memperhatikan, mendoakan, mendorong serta melindungi satu dengan yang lain tidak saling menjelekkan dan saling menjatuhkan, atau meremehkan, tetapi selalu ada kesatuan roh, kesatuan hati, satu tujuan, tidak boleh ada perpecahan di dalam semua pegawai dalam manajemen. Bila kita renungkan keberadaan Rumah sakit Cikini, di mana kita biasa bekerja dan melayani bersama, ternyata masing-masing kita memiliki latar belakang yang begitu berbeda: keluarga kita berbeda, warna kulit, asal-usul (suku), profesi, pendidikan dan juga hobi atau kesenangan kita, namun kita bisa berkumpul dan dipersatukan dalam satu ikatan keluarga besarRumahSakit PGI Cikini.

Dengan Natal 2015 ini mari kita bersatudan menjalin kebersamaan dan kekompakan di antara pegawai agar Rumah Sakit PGI Cikinimampu bersaing dengan rumah sakit besar lainnya. Hal itu akan terwujud apabila tiap pegawai, memiliki kesadaran akan dirinya dan memiliki sikap hidup cinta kasih dan kebersamaan. Jika ada perbedaan yang masih belum bisa terselesaikan, dalam menjelang Natal ini mari kita bersatu dalam menyelesaikannyadalam kasih dan hati yang sabar dan lemah lembut. sebab, kita semua adalah satu di dalam Tuhan Yesus Kristus dan marilah kita lebih menyatukan diri dalam kasih persaudaraan sebagaimana wujud kasih nyata Yesus Kristus datang ke dunia ini. “Salam Natal 2015”. Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua.

Penulis : Str Kenli Triana Sibarani, 3 Desember 2015.