Leukemia

Published at:

oleh Dr. Rebekka Napitupulu, Sp.PD, KHOM

 

APA ITU LEUKEMIA? 

Sumsum tulang dalam tubuh manusia memproduksi 3 tipe sel darah yaitu sel darah  merah (berfungsi membawa oksigen), sel darah putih/leukosit (untuk daya tahan tubuh melawan infeksi) dan sel trombosit (membantu proses pembekuan darah).

Leukemia adalah jenis penyakit kanker darah yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Terjadi gangguan diferensiasi (maturasi) pada berbagai tingkatan sel induk hemopoetik sehingga terjadi ekspansi progresif dari kelompok sel ganas tersebut dalam sumsum tulang dan kemudian beredar secara sistemik, disertai infiltrasi ke organ lain.

Normalnya, sel darah putih diproduksikarena tubuh memerlukannya, melalui tanda(sinyal) secara teratur yang direspon dalam sumsum tulang. Sinyal tersebut mengatur kapan sel darah diproduksi kembali. Pada kasus leukemia, sel darah putih tidak lagi merespon sinyal tubuh yang normal, sehingga terjadi produksi berlebihan (tidak terkontrol). Terjadi akumulasi peningkatan sel darah putih abnormal dan mengganggu fungsi sel lainnya. Pasien akan mudah jatuh menderita anemia (akibat jumlah sel darah merah berkurang), perdarahan (akibat jumlah trombosit menurun) dan infeksi (akibat gangguan fungsi leukosit karena terbentuk sel darah putih yang abnormal).

PENYEBAB PENYAKIT LEUKEMIA

Leukemia menduduki angka 2,8 % dari seluruh kasus kanker. Penyebab keganasan bersifat multifaktorial dan proses perjalanan penyakit nya terjadi secara bertahap (multistep). Faktor-faktor yang diperkirakan bertanggung jawab adalah :

1. Faktor lingkungan yang merusak DNA antara lain :

            - Radiasi, bahan kima benzene, obat-obat alkylating agent dll.

            - Virus (HTLV1- untuk T cell leukemia)

2. Faktor predisposisi yang memudahkan timbulnya proses keganasan

            - Kelainan kromosom : anemia Fanconi, sindroma Down

            - Defek imunologik : bawaan (sindroma Down), didapat (infeksi HIV/AIDS),                     

               pemakaian imunosupresan

            - Defek hematologik : sindroma mielodisplastik, penyakit mieloproliferatif.

 

KLASIFIKASI

Leukemia secara onset penyakit dan dalam praktek klinik sehari-hari, dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu akut dan kronis.

1. ALL (Acute Lymphoblastic Leukemia). Terbanyak pada anak-anak dan dewasa muda

2. AML (Acute Myeloid Leukemia). Pada semua umur, lebih sering pada dewasa.

3. CML (Chronic Myeloid Leukemia). Pada semua umur, tersering umur 40-60 tahun.

4. CLL (Chronic Lymphocitic Leukemia). Terbanyak pada orang tua.

   

AML (Acute Mieloid Leukemia)

Klasifikasi yang lain adalah klasifikasi MIC (morphology, immmunophenotyping, cytogenetics). Klasifikasi ini memerlukan pemeriksaan morfologi konvensional (dari aspirasi sumsum tulang), immunofenotipe (dari pemeriksaan flowcytometri) dan pemeriksaan sitogenetik/ kromosom yang memerlukan pemeriksaan lebih canggih.

Leukemia akut merupakan leukemia dengan perjalanan klinis yang cepat memburuk dan tanpa pengobatan, penderita rata-rata meninggal dalam 2-4 bulan. Namun dengan pengobatan yang baik ternyata leukemia akut mengalami kesembuhan lebih banyak dibandingkan dengan leukemia kronik.

GEJALA LEUKEMIA :

  • Anemia : muka pucat, pusing, jantung berdebar-debar, lemah
  • Demam : demam dengan suhu turun naik, berkisar 37,5-40 derajat Celsius atau bahkan lebih tinggi dan keringat malam. Pasien rentan terhadap infeksi bakteri, virus dan jamur yang  diakibatkan daya tahan tubuh yang menurun.
  • Perdarahan : pada rongga mulut, gusi, hidung dan kulit
  • Infiltrasi organ-organ tubuh : pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening, nyeri pada tulang dan tulang dada.
  • Sistem syaraf : sakit kepala, mual muntah, mata kabur, kaku kuduk (kaku pada tengkuk), tekanan dalam otak yang meningkat.
  • Gejala lain : leukostasis dimana jumlah leukosit melebihi 50.000/ml.
  • Pada kepala ditandai oleh sakit kepala, gangguan penglihatan, kesadaran terganggu.
  • Pada paru-paru mengakibatkan sesak nafas dan nyeri dada.
  • Gangguan pada sistem pembekuan darah : dapat berupa KID ( Koagulasi Intravaskular Diseminata)
  • Sindrom lisis tumor : sering dijumpai akibat kemoterapi
  • Hiperurisemia (meningkatnya kadar asam urat pada darah) : arthritis gout dan batu ginjal.

 

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Selain secara klinis ( anemia, perdarahan, infeksi, pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening), dilakukan pemeriksaan dari darah dan sumsum tulang. Pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) yang menghasilkan aspirat dari sumsum tulang sangatlah penting untuk menentukan morfologi jenis dan hitung sel darah untuk diagnostik serta menentukan terapi pengobatan dan prognostik selanjutnya. Pengobatan (sitostatika/kemoterapi) yang diberikan nantinya dapat berbeda tergantung jenis tipe leukemia yang diderita.

PENGOBATAN

 Pengobatan leukemia disesuaikan dengan jenis leukemia, antara lain dengan sitostatika/kemoterapi, radioterapi, immunoterapi sampai dengan transplantasi sumsum tulang. Terapi suportif lain yang dapat diberikan antara lain transfusi darah (sel darah merah dan trombosit), antibiotika, anti jamur dan anti virus, antikoagulan, pengelolaan untuk sindrom lisis tumor dan leukostasis.

 Infiltrasi sel kanker pada gusi yang sering mengakibatkan pendarahan gusi pada leukimia akut